Skip to main content

Kepingan Supernova | Buku Kumpulan Kutipan

Solo, Agustus 2017

Hari ini saya menyelesaikan buku Kepingan Supernova karya Dewi Lestari. Hanya butuh waktu kurang dari 1 jam bagi saya menyelesaikan membaca buku tersebut sembari menunggu antrian dokter kandungan saya.

Syarat  mutlak untuk mengerti isi buku ini, kalian diharuskan sudah menyelesaikan membaca keenam  seri Supernova ; Ksatria, Puteri & Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel, Gelombang, dan Intelegensi Embun Pagi.
Berikut saya rangkum beberapa kutipan favorit saya di masing-masing serinya.

  • Kepingan Ksatria, Puteri & Bintang Jatuh
Matahari membakar siang atau malam, apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang dan malam. Yang ada hanyalah ada.
  • Kepingan Akar
Sungai yang diarungi membuat seseorang bertambah kuat, tetapi sungai yang dipandangi cuma akan melemahkan hati
  • Kepingan Petir
Ternyata hidup tidak membiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.  
  • Kepingan Partikel
Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.
  • Kepingan Gelombang
Suatu saat nanti, kamu akan melihat ke belakang dan menyadari bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidupmu adalah remah roti yang sudah kamu susun sendiri sampai ke titik ini.
  • Kepingan Integensi Embun Pagi 
Pertanyaan polos adalah pertanyaan yang paling sukar dijawab.
Demikian kutipan-kutipan favorit saya di semua seri Supernova yang sudah saya baca.😊

Salam,
Ebikdei

Comments

Popular posts from this blog

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016
Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.
Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.