Skip to main content

Liburan di Pangkalan Bun : Menikmati Senja di Sungai Arut

Posting  kali ini merupakan kelanjutan cerita perjalanan singkat saya di kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pada kesempatan tersebut saya berada di kota Pangkalan Bun selama 5 hari. Meskipun tujuan utama saya adalah perjalanan selama 3 hari di  Taman Nasional Tanjung Puting( TNTP )


Namun karena penerbangan pesawat saya dari dan ke Pangkalan Bun saya lakukan H-1  dan H+1 dari trip TNTP saya tersebut, oleh karenanya saya berkesempatan lebih meng-explore kota  Pangkalan Bun .

Open trip TNTP saya berakhir pada pagi hari setelah sarapan terakhir di klotok. Sesampainya di pelabuhan Kumai, agen perjalanan kami pun mulai mengantar para peserta trip kembali ke bandara Pangkalan Bun. Bila ingin membeli oleh-oleh makanan khas Pangkalan Bun yaitu kerupuk tengiri atau yang lebih dikenal Amplang , saya sarankan membeli di pasar dekat Pelabuhan Kumai karena sesuai informasi dari guide, bahwa susah mendapatkan amplang tersebut di kota Pangkalan Bun.

Sesampainya di penginapan dan setelah melakukan check in dan berisitirahat sebentar,  saya berniat untuk makan siang dengan makanan khas kota Pangkalan Bun, yaitu Coto Manggala. Bermodal informasi dari guide , kebetulan penginapan saya saat itu berlokasi tidak terlalu jauh dari warung Coto Manggala. Saya pun menuju warung dengan berjalan kaki. Sesampainya saya di warung, semangkok coto manggala pun segera saya nikmati. 

Coto Manggala
Seperti  namanya, Coto Manggala ini adalah  soto ( sebutan untuk di Pulau Jawa ) dari daging ayam. Bedanya kalau coto manggala ini dimakan dengan menggunakan singkong rebus, bukan nasi putih atau lontong. Lalu diatasnya ditaburi kerupuk. Coto Manggala ini sama seperti soto yang saya temui di Pulau Jawa, yaitu menyediakan potongan paha, sayap, bahkan ceker ayam. Awalnya agak sangsi dengan rasanya, ternyata setelah dirasakan cocok juga memakan coto dengan singkong rebus. Jangan khawatir kalau tidak doyan makan singkong karena warung ini juga menyediakan nasi putih. Meskipun makanan ini khas dari Pangkalan Bun, namun menurut informasi dari guide saya bahwa warung ini adalah satu-satunya warung di Pangkalan Bun yang menjual Coto Manggala. Jam buka warung ini juga terbatas dari pagi sampai siang saja. Cukup unik bukan😁

Selesai menikmati semangkok coto, saya kembali berjalan jalan di sekitar situ. Benar adanya kalau Pulau Kalimantan dikenal dengan seribu sungai. Di belakang bangunan rumah dan pertokoan di kota Pangkalan Bun ternyata membelah sungai Arut. Meskipun sebelumnya saya sudah menikmati pemandangan sungai Sekonyer di TNTP, saya masih penasaran dengan sungai Arut. Bedanya kalau sungai Sekonyer membelah hutan, sedangkan Arut ini menyatu dengan pemukiman penduduk setempat. 
Sungai Arut merupakan sungai yang mengalir di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sungai ini memiliki panjang ± 250 km. 
Duduk-duduk sambil menikmati pemandangan Sungai Arut paling tepat dilakukan sore hari agar cuacanya tidak terlalu terik. 

Sore tersebut, saya melihat beberapa perahu sampan dan speed boat. Aktivitas yang paling banyak dilakukan adalah menyeberang menggunakan sampan. Sebenarnya saya tertarik untuk menyeberang menggunakan sampan. Tapi karena faktor keamanan pribadi saya hanya sendirian saat itu dan memang terlihat satu-satunya  pendatang baru di situ, saya mengurungkan niat saya dan cukup puas duduk-duduk sambil melihat kesibukan warga pinggir Sungai Arut. 

Saya juga menjumpai beberapa anak kecil yang berenang dan mandi di sungai tersebut. Ada beberapa orang juga yang melakukan kegiatan cuci baju meskipun warna sungai ini cenderung coklat keruh .  Setelah puas bersantai di pinggir Sungai Arut, karena hari menjelang gelap, saya memutuskan untuk berjalan kembali ke penginapan. Sebagai tambahan, penduduk muslim di Pangkalan Bun termasuk mayoritas karena saya menemukan banyak masjid-masjid berkumandang adzan dan dipenuhi jamaahnya yang akan menunaikan ibadah sholat berjamaah. 

Kota Pangkalan Bun sendiri banyak penduduk pendatang dari Pulau Jawa dilihat dari banyaknya tempat makan yang menyediakan menu makanan khas Jawa. Hal ini mungkin akibat dari banyaknya perkebunan kelapa sawit di situ.

Salam,
Ebikdei

Comments

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Mescusuar Sembilangan Madura

Beberapa waktu lalu, ketika saya masih berdomisili di kota Surabaya, saya berkesempatan mengunjungi Mercusuar Sembilangan di Madura. Tepatnya tempat ini berada di Kabupaten Bangkalan, Madura. Akses paling mudah ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberang jembatan sekaligus jalan tol Suramadu, yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Biaya masuk tol untuk sekali masuk terbilang lumayan mahal menurut saya, yaitu Rp 30.000,- untuk angkutan roda empat atau lebih untuk sekali lewat.  Sehingga ongkos untuk sekali pergi dan kembali dari pulau  Madura yaitu Rp 60.000,-. Lumayan juga kan.

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…