Skip to main content

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu?
Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.

" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. "
" Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?"
Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri.
Orang Utan Taman Nasional Tanjung Puting
Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com

Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi saya memang telah siap  memulai trip dengan orang baru baik lokal maupun turis mancanegara. Fyi, tempat yang saya tuju ini terkenal lebih didominasi turis mancanegara.

Day 1
Saya telah sampai di Pangkalan Bun sehari sebelumnya. Jadi saya adalah orang paling woles saat itu untuk memulai trip pada jam berapapun. Menurut info, trip kali ini terdiri 7 orang, dimana 4 orang lokal dan 3 orang turis asing. Karena open trip, alhasil guide kami harus menjemput dan menyesuaikan penerbangan semua orang. Hari itu 4 orang dari Jakarta, 2 orang dari Semarang dan saya sendiri dari Surabaya.
Karena delay pesawat, trip kami pun molor dan baru dimulai jam 2 siang dari pelabuhan Kumai.

klotok
Tanjung Puting merupakan hutan taman nasional yang terkenal dengan satwanya Orang Utan. Tripnya sendiri memasuki kawasan hutan melalui Sungai Sekonyer menggunakan klotok. Kegiatan makan, tidur, mandi semua dilakukan di dalam klotok. Klotok sendiri beroperasi dengan 4 orang yaitu : kapten, anak buah kapal ( ABK ), juru masak, dan guide yang membimbing kami masuk ke dalam kawasan TNTP.


Trip kami akan mengunjungi 3 Camp di TNTP. Hari pertama kami mengunjungi Camp Tanjung Harapan. Perjalanan dari Pelabuhan Kumai menuju Camp Tanjung Harapan kurang lebih ditempuh selama 2 jam. Selama perjalanan kami menikmati pemandangan Sungai Sekonyer yang berubah ubah jenis vegetasi tumbuhannya. 

Setelah menambatkan di pelabuhan Camp Tanjung Harapan, turis harus melanjutkan jalan kaki menuju lebih ke dalam hutan  ke tempat Feeding Orang Utan . Saat sampai di tempat Feeding, memang benar adanya bahwa pengujung TNTP mayoritas adalah turis mancanegara yang kebanyakan melakukan private trip. Turis lokal seperti saya jumlahnya hanya 10% saja, dan well said, karena mayoritas adalah bule maka bahasa yang digunakan adalah campuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 
Lokasi Feeding




Setelah selesai melihat feeding di Camp Tanjung Harapan, kamipun kembali ke klotok untuk mencari tempat bermalam karena hari mulai gelap. Sore hari, di sepanjang sungai banyak sekali Bekantan yang bergelantungan di pohon-pohon sepanjang aliran sungai.
Bekantan
Menurut informasi dari guide, Bekantan akan tidur di pohon-pohon sekitar sungai. Berbeda dengan Orang Utan yang lebih individualis, Bekantan lebih suka bersosialisai dengan tidur bersama sama di satu pohon. Sedangkan Orang Utan akan tidur di tiap pohon yang berbeda.

Tak perlu khawatir dengan makanan selama trip karena makanan dan minuman yang disediakan benar-benar bermutu ( di luar ekspektasi saya. hehe ). Ditambah dengan soft drink dan snack setelah capek berjalan-jalan di hutan menuju lokasi feeding. Tak perlu khawatir juga dengan nyamuk dan berbagai macam serangga hutan di malam hari karena pihak klotok telah menyiapkan tempat tidur nyaman beserta bantal dan kelambunya. Saya pribadi bisa tidur nyenyak selama di klotok.

Day 2
Kantong Semar
Setelah mandi dan sarapan di atas klotok, kami melanjutkan perjalanan ke Camp kedua yaitu Camp  Pondok Tanggui. Selama perjalanan menuju tempat feeding kami sering bertemu dengan Orang Utan yang bergelayut di pohon-pohon. Kami juga sempat menjumpai tanaman Kantong Semar yang jujur mungkin saya baru melihat secara asli kali ini , bukan melalui buku pelajaran Biologi. Berbeda dengan camp sebelumnya, camp kali ini terdapat tempat duduk dari kayu yang jumlahnya sedikit. Pengunjung kebanyakan berdiri untuk menonton Orang Utan yang dipanggil oleh ranger-ranger untuk makan buah pisang yang telah disiapkan di panggung feeding.

Setelah puas-puas melihat Orang Utan di Camp Pondok Tanggui, kami melanjutkan turun ke Camp Leakey yang merupakan camp terakhir dan terbesar. Ini merupan camp favorit saya daripada 2 camp sebelumnya. Camp ini menarik karena kami harus melalui jembatan menuju Pusat Informasi Camp Leakey terlebih dahulu. Di pusat informasi terdapat sejarah berdirinya TNTP dan berbagai macam informasi mengenai jenis Orang Utan dan binatang lainnya yang terdapat di TNTP. Selain itu juga terdapat gambar-gambar mengenai tumbuhan dan silsilah Orang Utan di TNTP. Menarik bukan ?

Babi Hutan
Dari lokasi Pusat Informasi Camp Leakey, terdapat 2 jalur menuju tempat Feeding Camp Leakey. Pertama, jalur pendek. Kedua jalur panjang trekking sejauh 2 km. Bagi saya exited sekali bisa trekking 2 km di dalam hutan. Selama perjalanan kami sempat menjumpai babi hutan. Sayangnya, saat di Camp Leakey hujan turun yang membuat kami berbasah ria dan sedikit mengecewakan karena tidak bertemu Tom, Orang Utan terbesar di camp tersebut.

Untuk pengobat kekecewaan, kami menjumpai gibbon atau yang lebih dikenal dengan Uwak-Uwak. Ini favorit saya setelah Orang Utan yang kami temui di Pelabuhan Camp Leakey. Uwak-uwak ini tubuhnya lebih kecil dari Orang Utan dan sangat gesit memanjat pohon . Setelah lumayan capek trekking di Camp Leakey, kami kembali ke klotok untuk bersiap istirahat dan makan malam. Sebenarnya malam itu Capten kami mengarahkan tempat menginap kami di daerah yang terkenal banyak kunang-kunang. Tetapi karena hujan deras sepanjang malam, kamipun hanya dapat istirahat di dalam klotok di Sungai Sekonyer yang rasanya telah akrab.
Uwak-Uwak

Sungai Sekonyer termasuk sungai besar di Kalimantan Tengah yang membelah TNTP. Warna sungai tersebut coklat. Makin masuk ke dalam hutan warnanya akan berubah semakin hitam seperti teh kental yang disebabkan oleh endapan lumpur dan akar-akar tumbuhan di sekitar Sungai Sekonyer.

Day 3
Hari ketiga setelah sarapan pagi, kami bertujuh berpotret bersama di atas klotok lalu bergegas kembali ke Pelabuhan Kumai. Minusnya open trip adalah perjalanan harus disesuaikan dengan penerbangan terpagi saat itu. Sehingga rasanya hari ketiga hanya diisi dengan kegiatan mandi, sarapan, dan kembali ke Pelabuhan Kumai.
So far, perjalanan saya sangat menyenangkan. Saya tidak pernah merasa bosan meski saya kelupaan bawa buku dan tak adanya sinyal telepon selama di TNTP. Menyenangkan bisa open trip bersama teman teman baru saya baik lokal maupun asing. Fyi, ketiga bule tersebut masing-masing berasal dari Perancis, Belanda, dan Amerika Serikat dan ketiganya tidak saling mengenal juga. Peer untuk saya adalah harus lebih memperlancar Bahasa Inggirs saya. Hehe. 
Terima kasih Be Borneo untuk Trip 3 Hari 2 Malamnya di TNTP.
New Friends
Sampai jumpa di perjalanan dan cerita yang lain.
Salam,
-Ebikdei-










Comments

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Mescusuar Sembilangan Madura

Beberapa waktu lalu, ketika saya masih berdomisili di kota Surabaya, saya berkesempatan mengunjungi Mercusuar Sembilangan di Madura. Tepatnya tempat ini berada di Kabupaten Bangkalan, Madura. Akses paling mudah ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberang jembatan sekaligus jalan tol Suramadu, yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Biaya masuk tol untuk sekali masuk terbilang lumayan mahal menurut saya, yaitu Rp 30.000,- untuk angkutan roda empat atau lebih untuk sekali lewat.  Sehingga ongkos untuk sekali pergi dan kembali dari pulau  Madura yaitu Rp 60.000,-. Lumayan juga kan.