Skip to main content

Belajar di Jalan Surabaya

Surabaya, 23.05 WIB

Posting kali ini mungkin akan sedikit atau banyak berisi cerita dan curhat dari saya :D
Hari ini tepat seminggu saya hidup di Kota Surabaya. Sudah menjadi keputusan yang tidak begitu saja mampu langsung diterima hati dan logika saya.



Singkat cerita beberapa waktu kemarin saya menandatangani kontrak untuk training menjadi staff legal di salah satu bank swasta Indonesia di kantor cabang Surabaya. Dan secara singkat pula banyak sekali yang berubah di hidup saya. Mulai menjalani sebagai anak kost pertama kalinya di kota yang bisa dibilang saya tidak suka ini. Saya jadi ingat kata-kata seorang motivator, "hal yang paling kamu hindari sebenarnya yang akan membawa kamu ke next level mu"

Jadilah di sini, saya ngesot di lantai kost dengan ditemani leptop beserta koneksi internet dan music player nya, secangkir kopi panas faforit saya, pisang dan apel beli kemarin di Pasar Pucang. Yeay!!

Tidak punya saudara atau orang yang bisa saya andalkan di sini. Satu-satunya orang baru di bagian kredit dengan orang-orang senior, satu-satunya orang baru di kost yang dihuni 6 cewek yang sudah bersahabat sejak duduk di bangku kuliah. Memaksakan saya adaptasi secara cepat dengan kota ini. 

Dengan pengetahuan nol di kota Surabaya, dalam 4 hari saya sudah pulang pergi naik motor dan menghafal cepat jalanan, sudah punya teman akrab di kantor, sudah dipasrai membuat beberapa perjanjian, sudah punya langganan warung untuk makan siang, dan dipanggil "mbak" oleh semua anak trainee teller di kantor cabang Surabaya. Banyak di antaranya lebih tua dan jauh lebih tua dari saya. Waktu saya bertanya ke salah seorang mereka mengapa memanggil saya 'mbak', katanya saya orang yang bisa diandalkan, tegar, serius belajar, dan tidak menggantungkan pekerjaan kepada orang lain. He??Ciyus??Miapah??

Saya cuma merasa tidak ada yang bisa saya andalkan di kota ini sendiri, jadi ya segalanya ya harus diterima dan dijalani dengan cepat, senang, dan tenang. Entah seperti apa apa yang kau rasakan karena tak ada gunanya memberitahukan dunia bahwa kau menangis :)

Kalau berpikir saya menangis salah besar. Saya sedang sangat menikmati semua perubahan yang ada dalam diri saya. Saya punya tujuan. Ini bukan akhir seperti yang kebanyakan orang pikir, tapi ini adalah awal untuk meraih apa yang saya sebenarnya inginkan dan impikan.

Alhamdulillah banyak sekali orang baru yang saya kenal dan care dengan saya. Mulai dari orang kantor yang tekun mengajari si anak baru, teman baru yang banyak sekali saya repotkan, teman-teman kost yang setia menanyakan di mana dan mengapa saya ketika saya pulang malam,  es krim coklat pemberian teman baru, sampai dengan orang asing yang mau menyeberangkan saya di Jalan Panglima Sudirman di sore hari yang macet dan penuh orang emosi.

Saya masih ingat kata-kata seorang teman, orang hidup itu harus selalu dan terus belajar dan berbuat baik. Dan tempat paling baik untuk belajar adalah di jalan. Maksud di jalan ini bukan sekedar jalan raya sampai jalan pelosok, tapi di manapun kamu berada. Niscaya kalau kamu senantiasa mau membantu orang lain yang kesulitan, kamu juga akan dibalas di lain kesempatan oleh orang lain pula. Saya percaya itu. 

Dan seminggu ini saya resmi belajar di jalan Surabaya.

Salam,
~BikDei~

Comments

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Mescusuar Sembilangan Madura

Beberapa waktu lalu, ketika saya masih berdomisili di kota Surabaya, saya berkesempatan mengunjungi Mercusuar Sembilangan di Madura. Tepatnya tempat ini berada di Kabupaten Bangkalan, Madura. Akses paling mudah ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberang jembatan sekaligus jalan tol Suramadu, yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Biaya masuk tol untuk sekali masuk terbilang lumayan mahal menurut saya, yaitu Rp 30.000,- untuk angkutan roda empat atau lebih untuk sekali lewat.  Sehingga ongkos untuk sekali pergi dan kembali dari pulau  Madura yaitu Rp 60.000,-. Lumayan juga kan.

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…