Skip to main content

Writing in the World Wide Web



Writing in the World Wide Web.

New Theme. New Template. New Spirit.

Yup! Saya memang sudah berniat mengganti blog saya agar lebih fresh, mempunyai tujuan dan gaya penulisan yang lebih baik dan jelas. Bernama lama, " Cappucino's Story" untuk kemudian saya menggantinya dengan " Writing in the World Wide Web" tentu bukan karena tidak beralasan.

Cappucino's Story yang terkesan berisi kumpulan cerita dari seorang pecinta kopi. Saya berniat hanya mempunyai satu ciri blog kopi, yaitu Cappucino Letter. Sedangkan Writing in the World Wide Web, adalah nama baru untuk blog ini yang berarti hanya sekedar menulis di seluruh situs dunia :D

Memperluas tema penulisan dari blog ini dan saya harap sebagai refresh dari Cappucino's Story. Semoga makin banyak tulisan yang bermanfaat bagi pembaca dari manapun. Tentu saja yang masih terhubung dengan internet. Because it is " Writing in the World Wide Web "

Salam,
~BikDei~


Comments

  1. ojo kompak ngono ah, aku kan pake living on the webpage :|

    ReplyDelete
  2. hhuuuu.....
    pasti mikirnya kompakan :(
    niatnya enggak kak, kata writing in the world wide web udah lama tersimpan.hhee

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Mescusuar Sembilangan Madura

Beberapa waktu lalu, ketika saya masih berdomisili di kota Surabaya, saya berkesempatan mengunjungi Mercusuar Sembilangan di Madura. Tepatnya tempat ini berada di Kabupaten Bangkalan, Madura. Akses paling mudah ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberang jembatan sekaligus jalan tol Suramadu, yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Biaya masuk tol untuk sekali masuk terbilang lumayan mahal menurut saya, yaitu Rp 30.000,- untuk angkutan roda empat atau lebih untuk sekali lewat.  Sehingga ongkos untuk sekali pergi dan kembali dari pulau  Madura yaitu Rp 60.000,-. Lumayan juga kan.

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…