Skip to main content

Lupa Adalah Anugerah

Sumber Gambar : http://goo.gl/9UD4t

Pernah mendengar kata "lupa" ? Pernah dong. Kata "lupa" sangat populer di kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari lupa kunci, lupa password, lupa masuk, lupa absen, lupa melakukan ini, lupa tidak melakukan itu, lupa ke sana, lupa ke sini, sampai lupakan mantan juga ada. Silahkan mengetikan kata kunci (keyword) "lupa" di mesin pencari Google. Yang terpenting adalah jangan sampai lupa siapa diri sendiri dan jati diri sendiri :-)

Pengertian lupa menurut kamus Bahasa Indonesia adalah lepas dari ingatan ; tidak dalam pikiran. Lupa adalah keadaan di mana manusia tidak dapat mengingat informasi yang telah diterima (baik yang baru diterima maupun telah diterima pada masa lampau) dan disimpan oleh memori otak. Banyak sekali orang yang menyamakan cara kerja otak manusia dengan cara kerja prosesor dalam komputer. Padahal kenyataannya tentu saja otak manusia jauh lebih rumit dari komputer dan otak manusia mampu menyimpan informasi jauh lebih banyak dari hardisk apapun. Bedanya adalah ketika kita memakai komputer, kita dapat dengan mudah menata dan memilah file-file dengan progam komputer yang ada. Sedangkan, meskipun kepala dan otak adalah milik kita sendiri, belum tentu setiap manusia mampu menata dan memilah informasi mana yang diprioritaskan dari yang lain agar tidak berantakan.

Lalu bagaimana proses terjadinya lupa?
Hmm... Berhubung saya sendiri kurang mengerti dan memang tidak mempelajari, tapi di sini saya akan coba sok tahu sedikit. Banyaknya informasi yang diterima manusia setiap detiknya seumur hidupnya ( bahkan mimpi saja kita masih sering ingat-ingat), tidak diimbangi dengan kemampuan mengontrol informasi yang didapat di otak. 

Kebetulan saya adalah penggemar novel Sherlock Holmes. Di sana dijelaskan untuk beberapa hal seperti kejahatan, ilmu medis, dan banyak ilmu lain yang mendukung Sherlock Holmes memecahkan suatu kasus kejahatan, Holmes sangat menguasai dan mengingatnya. Sedangkan untuk hal-hal yang dia rasa tidak perlu diingat, dia tidak pernah ingin tahu sehingga dia tidak perlu merasa lupa dan hanya informasi yang dia butuhkan yang dia ingat.

Well,tentu saja itu semua cuma fiksi. Manusia modern yang hidup di dunia sosial yang makin banyak perubahan dan perkembangan akan menambah beban otak untuk mengingat. Tidak mengherankan bila akhirnya sering terjadi lupa. Anggap saja informasi yang dilupakan itu hidden file di komputer.

Tulisan ini ada karena kemarin saya menemukan lagu MLTR ( Michael Learns To Rock) yang I'm Gonna Be Around yang nyelip di komputer saya. Sekedar informasi saja, saya kurang suka MLTR dan menemukan fakta bahwa saya pernah memposting lagu tersebut di blog saya merupakan suatu hal yang WOW! Well, saya sudah lupa dan bersyukur lupa. Apapun alasannya dan untuk apapun, saya pikir manusia memang membutuhkan lupa karena otak manusia memang tidak terbatas tapi kemampuan manusia terbatas :-)

Salam,
~BikDei~

Comments

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016
Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.
Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.