Skip to main content

Hukum Perjanjian Kontrak karangan Lukman Santoso



  • Judul            : Hukum Perjanjian Kontrak : Panduan Memahami Hukum Perikatan & Penerapan Surat Perjanjian Kontrak
  • Karangan     : Lukman Santoso
  • Penerbit        : Cakrawala
  • Bahasa          : Bahasa Indonesia
  • Halaman        : 236 halaman
  • Terbitan        : Tahun 2012
  • Harga            : Rp 35.000,00


Buku yang membahas Hukum Kontrak ini saya beli beberapa hari lalu di Toko Buku Gramedia Slamet Riyadi, Solo. Seperti judulnya, buku karangan Lukman Santoso ini berisi panduan memahami hukum perikatan dan penerapan surat perjanjian kontrak. Menjelaskan risiko, wanprestasi, dan keadaan memaksa dalam perjanjian, urgensi perjanjian dalam aktivitas bisnis, surat kuasa dalam perjanjian kontrak. Dilengkapi juga contoh-contoh perjanjian jual-beli, perjanjian sewa-menyewa, perjanjian kerjasama, perjanjian kerja, perjanjian tukar menukar, pinjam meminjam, hutang piutang dan gadai, serta contoh surat kuasa.

Buku ini cocok bagi mahasiswa S1 Hukum yang menempuh mata kuliah perancangan kontrak  ( contract drafting). Sangat berguna juga buat lulusan sarjana hukum ( yang bekerja sesuai dengan ilmu hukum :D ) seperti legal, juris, atau profesi hukum lain. Cocok juga buat mahasiswa yang menempuh S2 Kenotariatan.

Sebenarnya secara esensial, semua yang ditulis Lukman Santoso sudah saya temui di bangku S1 Hukum. Sudah ada juga beberapa contoh surat kontrak hasil bekerja sebagai legal staff probadi salah seorang penguasaha Solo. Lalu mengapa saya masih membeli buku ini? Karena isinya simple dan mudah dipahami. Sebenarnya yang ditulis Lukman di bukunya ini mudah ditemui juga di situs pencari Google dengan mengetikan kata kuncinya. Namun saya teringat perkataan seorang partner kerja saya dulu, untuk masalah data hukum itu cobalah kamu punya yang tertulis dan asli. Metode konvensional tapi yang paling aman.hehe. 

Salam,
~BikDei~

Comments

Popular posts from this blog

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016
Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.
Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.