Skip to main content

Ayo Donor Darah!

Sumber Gambar : http://goo.gl/1OyFg

Donor Darah adalah proses pengambilan darah seseorang secara suka rela untuk disimpan di Bank Darah dan kemudian digunakan untuk transfusi darah.

Syarat donor darah antara lain :

  • Keadaan umum : bukan pecandu alkohol atau narkoba, tidak menderita penyakit jantung, paru-paru, hati, ginjal, kencing manis, penyakit darah, gangguan pembekuan darah, epilepsi, kanker, penyakit kulit kronis, kecuali diperbolehkan oleh dokter yang merawat.
  • Umur : 17-60 tahun, dapat menyumbangkan darah sampai umur 65 tahun.
  • Berat badan minimal 45kg.
  • Nadi : 60-100 kali per menit
  • Tekanan darah : 100-160 mmHG (sitolik), 60-100 mmHG (diastolik).
  • HB lebih dari 12,5 gr/dl.
  • Selama haid, hamil, menyusui, tidak diperkenankan donor darah, boleh donor setelah 6 bulan melahirkan, 3 bulan setelah menyusui.
  • Jarak penyumbangan darah : 2,5-3 bulan (max 5x/thn).
  • Kulit lengan donor di daerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan.
  • Tidak diperkenankan donor dalam waktu 12 bulan sete;ah mendapat transfusi darah.
  • Bila dalam pemeriksaan laborat terhadap VDRL, HbsAg, anti HCV, Anti HIV, hasilnya positif maka tidak diperkenankan donor darah.
  • Dapat donor setelah 3 tahun dinyatakan bebas Malaria.
  • Dapat donor setelah 3 bulan sembuh dari penyakit Typus.
  • Dapat donor : 12 bulan setelah mendapat vaksin Rabies dan Hepaptitis B, 4 minggu setelah Imunisasi, 2 minggu setelah Imunisasi Polio, Varicella, Mumps, Yellow Fever.
  • Dapat donor : 3 hari setelah minum obat mengandung Aspirin atau Piroxicam, 12 bulan setelah pengobatan Syphilis, GO.
  • Dapat donor : 3 hari setelah pencabutan gigi, 6 bulan setelah operasi kecil, 12 bulan setelah operasi besar.
  • Dapat donor : 12 bulan setelah ditato, ditindik, ditusuk jarum.
  • Tidur malam sebelum donor darah harus cukup, minimal 5 jam.
  • Minimal 4 jam sebelum donor sudah sarapan atau makan.
  • Menandatangani formulir donor darah.
Wow! Banyak juga ternyata syarat untuk bisa donor darah ya? :D
Dari semua persyaratan di atas,bisa disimpulkan bahwa hanya orang yang benar-benar sehat yang bisa melakukan donor darah.

Saya sendiri sudah pernah dua kali mendonorkan darah. Pengalaman donor darah yang pertama tentu saja yang paling berkesan karena saya sebenarnya adalah orang yang lumayan takut dengan jarum suntik, tapi karena tekat dan keberanian sudah kuat saat itu (hehe) saya putuskan 23 Mei 2012 sebagai hari pertama saya donor darah. 

Donor darah pertama saya lakukan di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta di daerah Gladak, Solo. Sebelumnya saya sudah janjian terlebih dahulu dengan teman saya yang kebetulan pegawai PMI yang sedang jaga hari itu. Pengalaman donor pertama langsung ditangani teman dekat saya sewaktu SMA menipiskan rasa kekhawatiran saya.

Sebelum donor, terlebih dahulu petugas PMI akan mengukur tekanan darah (tensi), dan bertanya standar seperti apakah sedang atau setelah mengalami sakit? kapan terakhir menstruasi? sudah makan? sedang pusing? atau ada kelainan penyakit tertentu? Kalau kita lolos dari pengukuran tensi   dan pertanyaan dari petugas, kamu lantas akan diambil sample darah untuk melihat apa golongan darahmu dan jenis apa rhesus darahmu (bagi yang pertama) serta berapa HB darahmu.Kebetulan golongan darah saya adalah B rhesus positif (+). Setelah proses itu semua, lantas kamu dipersilahkan mengisi formulir dan menandatangani sebagai persetujuan diambil darahnya untuk donor.

Selanjutnya petugas PMI akan mengambil darahmu sebanyak 250 cc ( volume darah manusia sekitar 4,5-5 liter). Sedikit bukan? Dibandingkan dengan manfaat yang diterima orang lain dan dirimu sendiri nantinya :)

Manfaat donor darah dapat dirasakan baik oleh penerima darah maupun pendonor darah. Bagi penerima donor darah yang disumbangkan mempunyai nilai pengobatan dan pemulihan kesehatannya. Sedangkan manfaat bagi pendonor, donor darah berguna bagi kesehatan karena setelah proses donor darah, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru sebagai ganti darah yang didonorkan sehingga darah dalam tubuh pendonor selalu segar. Selain itu, dengan donor darah dapat diketahui apakah ada penyakit yang ada dalam tubuh si pendonor. Bagaimana caranya? Setelah donor darah, darah tersebut akan diteliti oleh pihak PMI apakah darah tersebut sehat dan bebas dari penyakit, virus, maupun bakteri. Bila keadaan darah sehat, darah tersebut dapat digunakan untuk transfusi darah bagi yang membutuhkan. Bila tidak, pendonor darah akan mendapat surat dari pihak PMI. Bermanfaat bukan :)

Pernah ditolak ketika akan donor darah?

Bagaimana kalau kamu sudah berniat akan donor darah tapi ternyata ditolak oleh petugas PMI? Saya juga pernah mengalami hal demikian. Waktu itu ketika akan donor darah untuk kedua kalinya saya ditolak karena tekanan darah saya rendah. Jangan khawatir, kalian bisa melakukan persiapan yang lebih baik sebelum melakukan donor darah.

Akhirnya donor darah kedua saya lakukan 7 November 2012 kemarin. So, ayo semua yang membaca tulisan ini, ayo kita donor darah. Karena bukan hanya nilai kemanusiaan saja tetapi juga bermanfaat bagi diri kita dan penerima darah kita nantinya. Dijamin ada kepuasan batin tersendiri ketika kita bisa melakukan donor darah. 
Sekian cerita pengalaman saya tentang donor darah.

Salam,
~BikDei~




Comments

  1. aku wedi karo getih,
    tapi gara2 saudara sakit, trus donor darah.
    sekarang malah jadi rutin, setahun sekali pasti donor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahhh ceritanya hampir sama mas..
      meski bukan buat sodara sich. tapi setelah berani donor pertama jadi nagih dech

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016
Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.
Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.