Skip to main content

RISOLASA : Satu Mana Cukup?


Suka makan risol? kalau saya suka banget makan risol. Terlebih bagi seorang yang kurang menyukai makanan manis dan lebih memilih cemilan yang serba digoreng, risoles atau risol adalah pilihan yang enak buat cemilan kamu.

 Ada satu merek risol yang mau saya rekomendasikan di sini, namanya RISOLASA. Usaha rumahan milik teman saya, Vino ini memang bukan hanya memproduksi risol saja, tapi RISOLASA merupakan produk unggualnnya.

Kenapa saya sebut unggulan? Karena RISOLASA memang enak. Apalagi alasan sebuah makanan disukai kalau bukan karena enak?hehee. Meminjam taglinenya suatu produk makanan, "lidah gag pernah bohong", RISOLASA  garing di luar tapi gurih dan lumer di dalam.

RISOLASA ini terdiri dari banyak varian rasa, seperti kornet, keju, beef, tuna, kepiting, ayam, kornet keju, ayam keju, daging asap dan masih ada beberapa varian rasa lain. Dijamin gak akan merasa bosan karena banyaknya varian rasa RISOLASA.

Soal harga gak usah khawatir karena kamu sudah bisa menikmati RISOLASA ini cukup dengan Rp 2.500,- s/d Rp 3.000,- per satuan.

So, kalau kamu berada di Sola dan sekitarnya dan ingin makan risol yang dijamin enak, silahkan langsung pesan ke Vino melalui telepon di 085291100325 atau bisa langsung add pin BB 29EFEA79.

Untuk sementara, RISOLASA baru melayani pesanan langsung. Kamu tinggal memilih risol rasa apa dan memesan ke Vino untuk segera dibuatkan. Mau pesanan yang mendadak? Jangan kawatir karena RISOLASA menyediakan minimal 3 varian rasa setiap harinya. Untuk skala usaha rumahan yang dikelola Vino bersama dengan ibunya ini sudah mempunyai beberapa pelanggan tetap dan mampu menjual sekitar 1.000 RISOLASA/ bulannya. Angka yang cukup fantastik bukan? Jadi kalau kamu mau mencicipi RISOLASA silahkan menghubungi nomer telepon atau pin BB di atas. Terima kasih dan Salam Krenyezz dari RISOLASA.



Salam,
~BikDei~








Comments

  1. kalau gitu, sudah berapa banyak warung kopi yang mbayar saya (dalam bentuk apapun)sebagai ganti postingan :D

    ReplyDelete
  2. risolnya bulikku juga gak kalah lho :p

    ReplyDelete
  3. oke let me know and i can post for your aunty :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016
Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.
Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.