Skip to main content

Belajar Menggambar

Ada satu beberapa benda yang selalu saya temui di Toko Buku Gramedia (Jln.Slamet Riyadi) yang tidak mungkin bisa saya beli.Benda benda tersebut adalah lukisan anak anak SD yang dipampang di tangga yang menuju lantai dua Gramedia tersebut.

Yup....
Hanya sebuah lukisan gambar anak anak SD.Apa menariknya??
Menarik karena samapi kapanpun saya tidak akan pernah bisa membuat gambar seperti itu.

Dan sangat kebetulan,ketika saya membersihkan kamar dan menemukan 'harta' saya ketika masih muda.hehe.
Benda tersebut adalah pensil warna dan cat air.
Dengan membeli sebuah buku gambar 20 x30 cm saya siap belajar menggambar!!!!!




Menurut info yang saya dapet dari Wikipedia, Menggambar adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.

Dan menurut saya, Menggambar adalah hal yang mustahil untuk saya lakukan.Entahlah mungkin tangan saya tidak mempunyai sense buat gambar.

Menggambar yang merupakan hal yang menggembirakan dan menyenangkan bisa berubah menjadi hal yang mengeluarkan keringat.fiuh....

Sampai ssat ini, ketika terlintas kata "menggambar" yang terlintas di pikiran saya adalah : GUNUNG,BINTANG,RUMAH,POT BUNGA.Saya hanya dapat menggambar empat benda tersebut, itu pun dengan kemampuan yang tidak lebih dari anak TK.

Menggambar juga mengingatkan saya dengan kenangan kenangan yang berhubungang dengan menggar itu sendiri :

1. Ketika saya SD
Waktu Kelas 6 SD, ada ujian praktek unutk menggambar.Semua anak anak (termasuk saya) diharuskan menggambar bebas di media kertas gam,bar 40 x 60 cm.Sebagian besar teman teman saya menggambar pemandangan alam.Dan saya menggambar pemandangan Gunung saat itu.Saya masih sangat ingat ketika ada teman saya yang mengejek kalau gambar saya seperti anak TK.Rengking 3 besar EBTANAS yang tidak bisa menggambar katanya.Dan sat itu saya langsung ngamuk di tempat.

2. Sewaktu SMP
SMP ternyata masih ada pelajaran menggambar (menyedihkan).Dan guru gambar SMP saya yang saya temui beberapa waktu lalu ketika saya di RS.Dr.Moewardi sudah lupa dengan saya.Tetapi saya tidak pernah lupa ketika Beliau hampir murka ketika menggerakan jari saya untuk menggambar."Ayo lemes...lemesin tangannya" kata Beliau waktu itu.

3. Sewaktu SMA
Saya masih tidak mengeti mengapa ketika saya sudah menginjak SMA,masihhhhh saja ada pelajaran menggambar yang paling saya benci.Tentu saja bukan lagi menggambar pemandangan,tetapi menggambar bentuk dan ruang sebagai dasar kalau mau kuliah di Teknik mungkin (waktu itu saya jurusan IPA).

Memang sebagian besar pelajaran Menggambar saya habiskan di kantin atau sekedar tidur di keras.tetapi bukan berarti saya tidak pernah belajar menggambar.Saya mati matian belajar mengaambar.

Dan ketika tiba waktu ujian menggambar, saya sampai bawa contekan gambar.Saya benar benar gak ngerti mana Titik Temu,Titik Hilang,Titik Mata.

Betapa kagetnya saya ketika pengumuman remidi ditempel di papan pengumuman, yang mayoritas banyak nama terdaftar remidi Matematika,Kimia,Fisika.Akan tetapi nama manis saya terdaftar remidi Menggambar.Yup, saya yang sudah susah nyontek Menggambar masih saja ikut Remidi Menggambar.

4. Sewaktu Kuliah
Akhirnya saya tiba di masa dimana saya tidak perlu menggambar.Saya kuliah Hukum.Dan saya tak perlu menggambar apapun di sini...yiihhhaaa....

Beberapa semester lalu, saya diminta tolong salah seorang teman Psycology saya untuk menjadi objek penelitiannya.Dengan harapan saya akan diajak mengobrol,saya datang ke kampus Psycology.Sedikit kecewa ketika saya hanya disuruh melangkapi gambar dan menggambar.
Dan mengapa Mbak Mbak yang menunggui saya waktu itu hanya senyum senyum melihat saya menggambar???


Dengan beberapa pengalaman yang tidak baik tentang menggambar,saya nekat untuk menghasilkan suatu gambaran pada suatu malam.Saya membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk menggambar sebuah gambar pemandangan Gunung.

Apapun komentar yang akan datang,silahkan....
Inilah saya, yang mempunyai kekurangan tidak bisa menggambar.
Inilah gambar pemandangan Gunung seorang yang tidak bisa menggambar dan belajar menggambar.

Salam,
~BikDei~

Comments

  1. ahahaha....

    saya sudah menghapus "menggambar" sebagai hobi saya..
    dulu sih hobi..
    gambar tangan yang menempel di pintu kamar saya, itu hasil karya saya waktu SMA..

    ReplyDelete
  2. Ampun dah kl suruh gambar...buat garis lurus tanpa penggaris [pun susah.

    -.-' ZZzzzz

    ReplyDelete
  3. ampun wsss kalau urusan gambar menggambar

    ReplyDelete
  4. heheh lucu gambarnya^^ klau mnrt saya kesulitan anda menggambar sampai dws ini, dimungkinkan karena kurangnya latihan motorik halus sejak usia dini. biasany latihan yang diterapkan pada anak utk melatih soft skill a.l mewarnai,menebalkan gmbr, merobek kertas, mengecat tembok, mengecat brg2 bekas dll.apa antra permainan tsb saat kanak2 intens anda lakukan? saya jdi penasaran permainan apa yang anda lebih sukai saat masih TK? ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Mescusuar Sembilangan Madura

Beberapa waktu lalu, ketika saya masih berdomisili di kota Surabaya, saya berkesempatan mengunjungi Mercusuar Sembilangan di Madura. Tepatnya tempat ini berada di Kabupaten Bangkalan, Madura. Akses paling mudah ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberang jembatan sekaligus jalan tol Suramadu, yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Biaya masuk tol untuk sekali masuk terbilang lumayan mahal menurut saya, yaitu Rp 30.000,- untuk angkutan roda empat atau lebih untuk sekali lewat.  Sehingga ongkos untuk sekali pergi dan kembali dari pulau  Madura yaitu Rp 60.000,-. Lumayan juga kan.

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…