Skip to main content

Vihara Budhhagaya Watugong Semarang

Minggu, 4 Mei 2009

Minggu pagi gue ma Aneg yang punya plan bakal bangun pukul 7 pagi.Bullshit banget karena jam 9 pagi kita baru bangun dan segera bersip ke Vihara Budhhagaya Watugong Semarang.Karena gue yang liat tempat itu di acara Gula Gulanya Chef Barra Pattiradjawane jadi kepingin liat gimana sich tempatnya.
Keren yak tempatnya.Berasa di Shanghay.hahaha


Nie pohon bagus banget lho!!!!alo bisa gue pindahin ke rumah gue pake alatnya Doraemon.haha

Vihara ini gak cuma dibuka buat pemeluk agama Budha aja yang ingin beribadah.Tapi juga buat para wisatawan.Keren.Amazing.
Dan gue emang bener bener ngrasa di Shanghay...hahahahaha.

Karena hari itu adalah hari minngu,,maka banyak biksu biksu yang diberi sedekah berupa bahan makanan dan apapun oleh orang orang yang beribadah di situ.
Sebenarnya niat gue yang lain ke situ adalah biar gue diramal.Katanya Amal di situ juga bisa diramal kalo lo mau.Tapi....
Tapi.....
Tapi.....
Kalo' mau diramal harus berdoa dulu di altar utama sang Budha, maka gue dan Aneg mengurungkan niat tersebut.
Gue masih Islam cuiy....
Walau masih bolong bolong....
Tapi gue masih Islam dan takut Juga sama Allah SWT.

Dan karena di tempat itu kita berdua cuma tanya tanya dan gak nyambung juga ketika dijelasin, ada seorang ibu yang bertanya
"emang agamanay apa sich?" Ibu
"Ehm..."Gue
"Kebetulan Islam" Aneg menjawab dengan tegas.

Oke gue semakin gak enak dan memutuskan buat cabut dari tempat itu dan menuju ke Java Mall, tempat terkhir yang gue kunjungi di Semarang.

Bye Semarang.....
Hopely gue bisa segera balik lagi ke sana.

Hahahaha....

Salam,
~BikDei~

Comments

Popular posts from this blog

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu? Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.
" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. " " Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?" Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri. Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com
Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi…

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016
Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.
Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.